SEKOLAH LAPANG CUACA NELAYAN KOTA SURABAYA TAHUN 2025

  • admin
  • 10 Jan 2026, 13:05:46 WIB
SEKOLAH LAPANG CUACA NELAYAN  KOTA SURABAYA TAHUN 2025

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas, masyarakat pesisir Indonesia sangat bergantung pada kondisi cuaca dan laut dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya nelayan. Perubahan cuaca yang semakin dinamis dan ekstrem akibat perubahan iklim global menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan mata pencaharian.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan nelayan terhadap cuaca maritim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) pada 21 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BMKG dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui edukasi cuaca maritim.
Kegiatan SLCN secara resmi dibuka oleh Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Eko Prasetyo, M.T. Dalam sambutannya, Dr. Eko menekankan pentingnya peningkatan kapasitas nelayan dalam memahami informasi cuaca dan peringatan dini, mengingat potensi gangguan cuaca seperti angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan saat melaut.
Pelaksanaan SLCN ini diikuti oleh 70 orang nelayan, 20 mahasiswa magang, serta seluruh staf BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya. Kehadiran mahasiswa magang dan staf BMKG diharapkan dapat memperkuat proses transfer pengetahuan sekaligus membangun sinergi antara BMKG, akademisi, dan masyarakat pesisir. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar cuaca maritim, cara membaca prakiraan cuaca dan gelombang laut, serta pemanfaatan informasi peringatan dini BMKG sebagai acuan dalam menentukan waktu melaut yang aman. Selain itu, peserta juga diajak memahami dampak perubahan iklim terhadap pola angin, gelombang, dan cuaca laut yang dapat memengaruhi aktivitas perikanan.
BMKG menilai bahwa literasi cuaca maritim menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko kecelakaan di laut serta kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem. Dengan pengetahuan yang memadai, nelayan diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih tepat, baik dalam merencanakan perjalanan melaut maupun dalam mengelola aktivitas perikanan secara berkelanjutan. Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya berharap para nelayan semakin tangguh dan adaptif terhadap perubahan cuaca dan iklim. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya nelayan yang lebih hebat, selamat, dan sejahtera, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

  • 12 Jan 2026, 00:44:25 WIB
  • 3.6 SR
  • 5 km
  • 4.06 LS -
  • Pusat gempa berada di darat 18 km Timur Kolaka
  • III-IV Kolaka Timur, III-IV Kolaka
  • Selengkapnya →

Siaran Pers